• Newsticker

    Minggu, 16 September 2018

    PENGALAMAN MENJELAJAHI DAHSYATNYA PUASA DAWUD

    H. Roly Abdul Rokhman, M.Ag...*)
    Sebagaimana kisah dalam al-Qur’an, sosok Nabi Daud digambarkan sebagai sosok Nabi yang cerdas, tangguh dan memiliki kekuatan mukjizat yang luar biasa. Maka tidak heran kemudian puasa Nabi Daud sangat populer dalam masyarakat muslim, hal itu terlihat dari anjuran Nabi Muhammad Saw dalam hadist-nya. Sudah barang tentu dibalik anjuran ini sangat banyak faedah dan manfaat yang didapatkan, baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani.
    Umat Islam mengenal puasa sebagai salah satu ibadah yang sangat efektif untuk dapat mendekatkan diri kehadlirat-Nya, karena puasa itu memiliki durasi yg relatif panjang (14 jam) tiada henti. ada beberapa jenis puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam, salah satunya “Puasa Daud”.
    Bahkan puasa sunah ini disebut sebagai puasa yang paling disukai Allah, Swt, sebagaimana tertuang dalam hadits diriwayatkan Bukhari dari 'Abdullah bin Amir bin Al Ash. Rasulullah Muhammad, Saw, bersabda," Sebaik-baik sholat di sisi Allah adalah sholatnya Nabi Daud 'alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau sholat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu sehari puasa dan tidak puasa di hari berikutnya."
    Hadits di atas menerangkan bagaimana Nabi Daud AS menjalankan ibadah, salah satunya puasa, dan hadits itu juga menyiratkan bagaimana puasa sunah Daud dijalankan. Seseorang yang ingin menjalankan Puasa Daud, dianjurkan untuk berpuasa satu hari dan tidak berpuasa di hari berikutnya. Dia lalu mengulangi puasanya di hari ketiga dan tidak lagi berpuasa di hari keempat, sehingga berpuasa yang seperti menjadi kebiasaan dalam menjalani kehidupan.
    Terdapat hadits lain yang menjelaskan kedudukan Puasa Daud."Rasulullah Muhammad SAW bersabda, 'Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdlal. Lalu aku (Abdullah bin Amru ra) berkata: sesungguhnya aku mampu untuk berpuasa lebih dari itu, maka Nabi Manyatakan Puasa Dawud sebagai sebaik-baik puasa yang disukai Allah Swt,.(HR; Bukhari).
    Puasa Dawud sebagaai ibadah sunnah yang memiliki banyak manfaat bagi yang berniat menjalankanya, secara kebetulan sejak usia masih sekolah, (19 tahun), kami sudah rutin ngejalanin puasa berselang, sepanjang menjalani puasa berselang sejak muda sampai skarang ini, alhamdulillah belum pernah membatalkan puasa meskipun situasi dan kondosi memenuhi syarat utk membatalkan, diantaranya pada saat menjalani ibadah haji tahun 2010 dan 2013, syukur alhamdulillah kami tetap bisa istiqomah menjalani puasa berselang.
    Apabila puasa berselang itu dijalani dengan niat dan cara yang benar, serta dengan sabar dan ikhlas, maka didunianya akan senantiasa di berikan anugerah sehat wal afiat dan selalu percaya diri serta selalu bahagia. Kecerdasan intelektual bagi orang yg berpuasa berselang akan mengalami peningkatan yg luar biasa, hal ini terjadi karena orang yg berpuasa berselang akan mudah fokus untuk belajar, nyaman utk mengasah nalar cerdas, situasi yang demikian ini akan dapat dirasakan bagi mereka yang sudah menjalani puasa dengan rajin dan rela, sekurang-kurangnya setahun. Pada aspek kecerdasan emosi, seorang yang rajin puasa berselang akan mengalami stabilitas emosi yang aman dan nyaman, serta akan mampu mengendalikan diri dengan amat sangat baik, terutama pada saat menghadapi masalah akan lebih percaya diri (confident),tenang, mudah untuk menemukan jalan keluar yang terbaik.
    Dari aspek kecerdasan spiritual, seorang yang rajin menjalani puasa berselang memiliki perasaan yang sangat dekat dengan Sang Kholiq, seolah selalu berada disisiNya, tidak ada pertentangan dalam dirinya antara kehendak pribadi dengan kehendak Sang Kholik. Apabila seorang yang rajin puasa berselang memiliki kehendak pribadi, maka segera disandarkan dengan segala ketentuan yang merujuk pada kehendak Allah, artinya memiliki kesadaran yang tinggi untuk mensujudkan segala kehendaknya hanya kepada-Nya dalam segala situasi dan keadaan.
    Berikut ini sebagian explorasi pengalaman dalam menjalani puasa Dawud. Ada sebagian orang yang akan menjalani puasa Dawud, pada awalnya merasa ragu dan sempat tidak percaya diri atau bahkan kebingungan. Namun setelah dijalani dengan niat yang bulat dan kesungguhan, serta pemahaman yang benar terkait dengan ketentuan berpuasa menurut sunnah, maka berpuasa Daud akan dapat meningkatkan rasa percaya diri, meninggikan kecerdasan, menumbuhkan etos kerja dan membangkitkan etos juang, karena itu jika seorang telah menjalani puasa Dawud, akan semakin nyaman dan eman meninggalkanya.
    Perasaan confiden, aman, nyaman dan selalu bahagia menjadikan seorang yang rajin menjalani puasa berselang akan terus membaguskan puasa dan ibadah yang lainya, sehingga harkat dan martabatnya akan terus membaik.Paparan pengalaman tersebut, bukan hanya berdasarkan pada pengamatan terhadap orang lain, tapi berangkat dari pengalaman pribadi yang sudah menjalani puasa Dawud sejak masa sekolah. Memang tidak dapat dipungkiri, pada tahap awal dalam menjalani berpuasa dawud, badan akan terasa lemes, terlihat sayu, sulit untuk fokus dan inginnya selalu bermalas-malasan.
    Kondisi yang demikian ini biasa terjadi pada masa awal pada siapapun yang sedang berpuasa Daud, namun cobalah rasakan sendiri ketika sudah bisa istiqomah dan ikhlas menjalaninya, terlebih lagi jika sudah berjalan tiga bulan keatas, mulai terasa betapa semangat suasana nyaman berpuasa serta tenaga skan terus bertambah, berlipat, badan terasa ringan, dan kadang ide kreatif dan cemerlang akan banyak bermunculan saat berpuasa."
    Sebagaimana pembuktian yang sudah saya alami dengan beragam kegiatan yang tidak selalu bersesuaian dengan latar belakang pendidikan. Setiap hari saya memiliki kesibukan mengajar dihadapan murid, dihadapan mahasiswa, mengajari orang tua untuk mengamalkan agama. Kamipun masih disibukkan dengan beragam kegiatan lainya diantaranya menulis buku-buku keagamaan, menurut catatan pada tahun 2017 sudah ada 37 judul buku keagamaan yang diterbitkan oleh berbagai penerbit, sampai skarang ini masih terus berproses untuk meneruskan hoby membaca dan menuliskan ide atau gagasan yang bermanfaat dan mencerahkan.
    Dalam menjalani kegiatan keseharian memiliki kesibukan diluar rumah yang amat sangat padat,mulai dari urusan pekerjaan kantor sampai pada urusan sosial masyarakat, setelah tiba dirumah, ada waktu jeda antara jelang magrib sampai isya, setelah isyak dilanjutkan kegiatan diluar rumah atau tetap melanjutkan hoby membaca dan menulis dirumah, biasanya jija sudah jelang tengah malam berhenti dari aktifitas membaca atau menulis, sekitar jam 23.00 kami mulai menikmati rehat malam(tidur), ini berjalan rutin seriap hari, namun pada hari libur biasanya berubah sesuai dengan kebutuhan, kemudian pada dini hari jam 03,00 kami sudah bangkit dari peraduan untuk menjalankan ibadah malam dan melanjutkan pekerjaan kantor atau menulis sampai menjelang waktu subuh.
    Pada saat siang hari waktu saya banyak tersita mengurus beragam urusan kantor, pada saat jam rehat siang, biasanya kami memanfaatkan untuk memantau aktifitas di salah satu Rumah Sakit Swasta tioe C, yang memiliki karyawan 450 orang, 275 tempat tidur, karena dipundak saya melekat tugas menjadi Dewan Pengampu Rumah Sakit (Komisaris). Sepulang dari kantor skitar jam 15.00 saya memberikan kuliah pada salah satu PT berplat Merah, menurut jadwal, kegiatan perkuliahan biasanya sampai sekitar jam 20.00 malam. Apabila tidak ada jam kuliah, kami manfaatkan untuk memenuhi tugas mengaji yang sudah menunggu diberbagi tempat, atau bisa jadi ada jadwal rapat penting, dalam setiap bulan ada 5-7 kali rapat malam hari yang harus dihadiri, jika semua jadwal kosong, maka kami tinggal dirumah, untuk membaca, menulis dan meneruskan pekerjaan yang belum terselesaikan disiang hari, mulai dari menyusun perencanaan atau membaca laporan-laporan yang perlu dipelajari dan diberikan tindak lanjut atau menyelesaikan penulisan ide dan gagasan yang bebas untuk merespon situasi aktual terkini.
    Sudah barang tentu hal ini membutuhkan energi yang luar biasa besarnya untuk membackup seluruh kegiatan yang rutin ataupun insidental agar berjalan dengan normal dan bagus. Syukur alhamdulillah, sepertinya semua urusan yang menjadi urusan saya selama ini berjalan lancar dan ringan dikerjakan. Pada usia jelita (jelang 50 tahun) saya selalu dinasehati dokter agar mengurangi kegiatan dan cukup istirahat, tapi bagi saya, “kegiatan itu ibadah dan istirahat itu berarti bergantinya aktifitas satu ke aktifitas yang lainya, terus mengalir untuk berkarya dan beramal sholih”, itulah pilihan hidup “sukses, bahagia dan mulia”.
    Semoga pengalaman baik ini tetap menjadi penyemangat bagi diri, keluarga dan mitra, santri-santri yang mulai serius menekuni berpuasa Daud untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan mulia. Sesungguhnya puasa Nabi Daud, memiliki banyak manfaat yang dahsyat yang akan dapat meninggikan harkat dan martabat manusia.
    Harus disadari sepenuhnya bahwa dalam menjalankan ibadah puasa Dawud itu banyak godaannya. Suasananya berbeda ketika berpuasa di Bulan Ramadan, karena suasana Ramadan memang menimbulkan kekuatan dan kebiasaan bagi umat Islam secara berjamaah, di mana semua menjalankan puasa, dan cenderung semua kegiatan yang dilakukan haqrus dalam bingkai penghormatan di bulan puasa.
    Tetapi amat berbeda ketika sedang berpuasa Daud, karena akan banyak hal yang harus kita hadapi dalam sehari-hari, mungkin kita sebagai individu atau kelompok minoritas yg berpuasa, sementara orang lain atau orang disekitar kita dan teman-teman dekat kita tidak menjalankan puasa atau bahkan menjadi penggoyah niat atau penggoda kita yang sedang menjalani puasa dawud.
    Contoh kasus: ada teman dekat kita yang tidak berpuasa dawud, namun karena berulang tahun, kemudian merayu kita agar dapat ikut merayakan demi pertemanan. Jika terjadi seperti itu, maka kita harus memiliki pemahaman yang benar antara berteman dan berpuasa, jangan hanya karena berteman, kemudian membatalkan puasa Dawud, demikian juga jangan hanya Berpuasa Dawud, tapi melupakan teman. Caranya tetaplah berpuasa Dawud, kemudian setelah berbuka, sambangi (kunjungi) secara khusus teman yang lagi berulang tahun unutuk makan bersama sebagai penghormatan.
    Karena itu jika seorang mampu menjalankan puasa Dawud dengan Istiqomah dan Ikhlas melakoninya, maka akan dapat merasakan kedahsyatan dan serta menggapai beberapa manfaat utama, diantaranya: Pertama: Membebaskan diri dari maksiat; Puasa sebagai benteng paling kuat menjaga kita dari segala maksiat. Dengan puasa, kita selalu mawas diri, waspada, dan selalu ingat kepada Allah.
    Kedua: Menjaga kesehatan: Mencegah resiko penyakit jantung, karena dengan puasa, maka bagian dari pencernaan kita akan istirahat, kita pun sejak sahur tidak mengonsumsi makanan sembarangan yang menganggu metebolisme terutama kerja jantung. Puasa yang dijalani secara rutin dapat meningkatkan kecantikan kulit, karena puasa bisa berguna untuk menjadikan kulit lebih terlihat segar, sehat, lembut dan berseri alami. Hal ini dikarenakan , ketika berpuasa tubuh akan mengalami metabolisme yang tinggi, dan ketika ini terjadi setiap organ dalam tubuh akan mempunyai cadangan energi, ketika berpuasa tentunya energi tersebut akan dikeluarkan sehingga mampu menciptakan rasa lega pada organ-organ penyimpanan tersebut.
    Ketiga:Menambah pengetahuan; Janji Allah akan memberikan pengetahuan yang tidak diduga-duga kepada orang yang melaksanakan puasa Daud. Seluruh pengetahuan berasal dari Allah,Swt, dan beruntunglah bagi mereka yang melaksanakan puasa Daud, karena Allah akan menganugerahkan ilmu yang istimewa kepadanya. Hal ini dikarenakan asumsinya dalam proses menjalankan puasa Daud, secara waktu luang tidak akan tersia-sia dimana kita nantinya akan berusaha mengisi waktu luang, seperti membaca buku, bermain game atau selainnya yang lebih bermanfaat.
    Sebagaimana dalam hadis disebutkan: Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa ia telah menikahi wanita dari Quraisy, namun ia tidaklah mendatanginya (menyetubuhinya) karena sibuk puasa dan shalat (malam). Lalu ia menceritakan hal ini kepada Nabi, Saw, kemudian beliau bersabda, “Berpuasalah setiap bulannya selama tiga hari”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi Saw katakan padanya, “Puasalah sehari dan tidak berpuasa sehari”. Lalu Nabi Saw juga berkata padanya, “Khatamkanlah Al Qur’an dalam sebulan sekali”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi Saw, “Khatamkanlah Al Qur’an setiap 15 hari”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi Saw, “Khatamkanlah Al Qur’an setiap 7 hari”. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi Saw bersabda, “Khatamkanlah setiap 3 hari”. Nabi Saw pun bersabda, “Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa” (HR. Ahmad 2: 188.).
    Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159). Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, “Hadits di atas secara tegas menunjukkan bahwa puasa Daud adalah sebaik-baik puasa. Bahkan puasa Daud lebih utama daripada puasa sepanjang tahun.
    Menurut lazimnya, puasa Daud ini dapat dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak sampai melalaikan orang yang melakukan puasa ini dari perkara yang lebih penting. Dalam riwayat lain disebutkan, “orang yang menjalani puasa Dawud, jangan sampai lari ketika menemui kesulitan” (HR. Bukhari no. 1977 dan Muslim no. 1159). Maksudnya adalah jangan sampai puasa Daud melalaikan dari perkara yang wajib dan lebih penting untuk dikerjakan seperti berjuang (jihad).” (Syarh ‘Umdatil Ahkam, hal. 361).
    Maka kami rekomendasikan agar setiap Muslim memiliki pengalaman untuk dapat merasakan secara langsung kedahsyatan Puasa Nabi Daud, dengan manfaatnya baik dari sisi rohani, kesehatan dan sebagai amal ibadah utama bagi kita yang menjalaninya dengan ikhlas. Tentunya tidak meninggalkan hal-hal yang telah dengan jelas dan tegas diwajibkan sesuai ketentuan syariah. Apabila dilihat dari dimensi fungsional dan waktu pelaksanaannya, puasa Daud sangat cocok dan baik diterapkan pada kehidupan modern (era milinel). Di mana segala sesuatu sulit diramalkan, karena banyak dan beragamnya gangguan (disruption), karena kondisi begitu cepat berubah sewaktu-waktu. Makan dan minuman serba instan (junk food).
    Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi membuat segala sesuatu menjadi sangat dekat, dan dunia terasa sempit serta menimbulkan kompleksitas ketegangan.
    Apabila Puasa Daud dikerjakan secara istiqomah lagi ikhlas, maka kemaksiatan akan tercegah dengan sendirinya dan perasaan ragu, khawatir dan takut aka hilang dgn sendirinya, karena orang yang rajin menjalani puasa Dawud memiliki sandaran yang kuat kehadlirat Allah, Swt. Kebiasaan buruk yang sebelumnya dikerjakan setiap hari akan teratasi dengan dikerjakannya puasa Daud, yang sehari puasa sehari tidak. Ketika Puasa ini telah menjadi tradisi, maka akan memiliki kekuatan menomorsatukan Allah SWT, kejujuran, dan keikhlasan. Sehingga darinya terbentuk pribadi yang jauh lebih tenang, emosionalnya stabil, nafsu perut dan birahinya terkendali, dan hatinya tercerahkan dengan kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi.
    Untuk itu, sudah saatnya puasa sunnah Daud dipahami dan diamalkan dengan model out bond ruhaniah. Sehingga hasilnya benar-benar optimal, yakni melahirkan manusia mulia, tidak mudah mengeluh, dan tidak putus asa untuk terus berusaha berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia. Semoga pengamal puasa Dawud selalu: Superdiman (Sungguh-sungguh, Percaya diri dan mandiri), Semoga mencerdaskan dan Mencerahkan. -(RaR: 09-09-2018).
    *)H.Roly Abdul Rokhman, Penulis sebagai pengamal Puasa Dawud.Penulis Buku-Buku Keagamaan & Anggota Presidium Majlis Daerah KAHMI Kab. Bojonegoro

    Sumber: https://www.facebook.com/roli.rohman/posts/2157462687597695?__tn__=K-R

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Agama

    Agama

    Agama

    Agama

    Agama

    Agama